Pada tanggal 7-11 april lalu, Smada mengadakan suatu kegiatan pramuka . Yaitu Lokanira . Lokanira diadakan stiap tahun sekali dan biasanya berlangsung 5 hari .
Saat berangkat dari sekretariat saka menuju Smada, cuaca saat itu sedang sangat cerah, lebih tepatnya panas terik .
sekitar jam 10 pagi kami mulai mndirikan tenda di lahan kosong samping kantin, saat itu cuaca benar-benar menguras keringat kami .
Saat lomba pionering di adakan , sekitar jam 1 atau jam 2 siang kami semua sibuk mencari tali dan patok yang hilang entah kemana .
Semua keceriaan di awal lomba pun sirna sudah, amarah yang meluap semakin menjadi-jadi karena cuaca saat itu sungguh sangat terik . Setiap orang meluapkan amarahnya karna tali yang dicari tak kunjung ditemukan . Menyalahkan satu sama lain pun tak dapat dibendung lagi . Saat itu aku merasa semua orang selain diriku tidak ada yang benar . Sungguh sangat egois . Akhirnya, saat lomba pionering dimulai, kami mengerjakannya dengan hati dongkol dan kesal karna hanya sedikit tali yang kami temukan . Tapi setelah lomba itu berakhir dan malam pun datang, kami kembali normal . Bercanda tawa seperti biasa seakan kejadian siang itu tak pernah terjadi . Sungguh , ternyata cuaca itu sangat berpengaruh pada tingkat emosi pada seseorang . Saat suhu sedang panas, emosi seakan naik pada puncaknya dan menjadi lebih cepat marah , dan saat suhu menurun(malam) emosi kita akan beranjak normal kembali .
Oleh: Dewi Sakunta | 18 April 2010
Pengaruh suhu pada emosi seseorang
Ditulis dalam Uncategorized
betul-betul wi…aku jg kadang emosi lau panas udaranya…
Oleh: ihsanulirfan on 23 Mei 2010
at 8:13 am
ya iyalah .
kan kalo udara panas ,
kita jadi gerah trus cepat emosi .
makanya , kita harus sering2 cari angin biar gak kpanasan.
ahaha
Oleh: Dewi Sakunta on 23 Mei 2010
at 8:26 am